Pada tanggal 22 September 2023, situasi di Gaza semakin memprihatinkan. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sedang mempertimbangkan rencana untuk mengusir warga sipil Palestina dari utara Gaza, termasuk Kota Gaza. Hal ini diungkapkan oleh seorang mantan pejabat militer Israel yang dikutip oleh CNN.
Di sisi lain, Layanan Pertahanan Sipil Gaza melaporkan bahwa tujuh orang tewas dan banyak yang terluka akibat serangan Israel yang menghantam sekolah Kafr Qasim di kamp pengungsi al-Shati, yang berada di barat Kota Gaza.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menganggap bahwa Israel telah menciptakan "neraka di Gaza". Ia menyerukan perhatian internasional terhadap situasi yang semakin memburuk di wilayah tersebut.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza juga mengeluarkan peringatan bahwa fasilitas kesehatan mereka dapat kehilangan pasokan listrik dalam waktu sepuluh hari ke depan. Hal ini disebabkan oleh kekurangan minyak, filter, dan suku cadang yang diperlukan untuk menjalankan fasilitas tersebut.
Lembaga Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan bahwa limbah terus menumpuk di Gaza, sementara ratusan ribu orang yang terpaksa mengungsi berdesakan di ruang yang semakin sempit di kawasan pesisir yang terblokade itu.
Di sisi lain, wakil ketua Hezbollah, Naim Qassem, menyatakan bahwa kelompoknya kini memasuki "fase baru" dalam pertempuran melawan Israel, yang telah dilakukan dari perbatasan Lebanon sejak perang di Gaza dimulai.
Dalam panggilan untuk perdamaian, Uskup Agung Canterbury, Justin Welby, menyerukan agar penindasan terhadap warga Palestina di Tepi Barat yang diduduki segera diakhiri. Ia menekankan bahwa Israel tidak kebal terhadap hukum.
Uni Eropa juga menyatakan keprihatinan yang mendalam mengenai peningkatan konflik antara Israel dan kelompok Hezbollah. Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Josep Borrell, meminta agar diadakan gencatan senjata "segera".
Presiden Irlandia, Michael D. Higgins, mengklaim bahwa kedutaan Israel telah membocorkan surat yang ia kirimkan, yang berisi ucapan "semoga sukses" kepada presiden terpilih Iran, Masoud Pezeshkian.
Gaza Israel Netanyahu korban perang