Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kim Jong-un Serukan Perubahan Radikal dalam Kesiapan Militer

Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, baru-baru ini mendesak angkatan bersenjatanya untuk melakukan "perubahan radikal" dalam kesiapan menghadapi perang. Seruan tersebut disampaikan saat kunjungan Kim ke latihan udara dari Skuadron Udara Pengawal Sayap Pertama.

Dalam kunjungannya, Kim meminta seluruh unit militer untuk "melakukan perubahan besar dalam persiapan perang dengan selalu berada dalam kondisi siaga penuh." Hal ini menunjukkan betapa pentingnya bagi Korea Utara untuk meningkatkan kemampuan militernya dalam situasi yang semakin tegang.

Pernyataan tersebut muncul setelah Amerika Serikat pada Selasa, 13 Mei, kembali mencantumkan Korea Utara ke dalam daftar negara yang dianggap tidak bekerja sama dalam pemberantasan terorisme. Negara-negara lain dalam daftar tersebut termasuk Kuba, Iran, Suriah, dan Venezuela.

Langkah ini menambah ketegangan antara Korea Utara dan Amerika Serikat, serta menunjukkan kekhawatiran internasional mengenai aktivitas militer Korea Utara. Kim Jong-un tampaknya ingin memastikan bahwa angkatan bersenjatanya siap menghadapi berbagai kemungkinan, termasuk konflik bersenjata.

Dengan situasi yang semakin berkembang, perhatian dunia akan tertuju pada langkah-langkah selanjutnya yang diambil oleh Korea Utara dan respons dari negara-negara lain, terutama Amerika Serikat.

library_books Antaranewscom