Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Badung mengadakan Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) untuk jenjang Sekolah Dasar. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk melestarikan bahasa daerah yang ada di Bali.
Festival ini diadakan setelah sebelumnya sukses dilaksanakan untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama. Acara FTBI kali ini berlangsung di Wantilan DPRD Badung pada hari Sabtu, 14 September. Acara ini dihadiri oleh Sekretaris Disdikpora Badung, I Gusti Bagus Adi Parwata, serta para peserta lomba yang berasal dari berbagai sekolah dasar di kabupaten tersebut.
FTBI bertujuan untuk memberikan wadah bagi siswa agar bisa mengekspresikan diri dan mengenal lebih dekat bahasa daerah mereka. Dalam festival ini, siswa-siswa akan berkompetisi dalam berbagai lomba yang berkaitan dengan bahasa daerah, seperti puisi, cerita, dan nyanyian dalam bahasa daerah.
Menurut I Gusti Bagus Adi Parwata, pentingnya melestarikan bahasa daerah adalah untuk menjaga identitas budaya kita. "Bahasa daerah adalah bagian dari warisan budaya yang harus kita lestarikan. Melalui festival ini, kami berharap anak-anak dapat lebih mencintai dan memahami bahasa daerah mereka," ujarnya.
Acara ini juga diharapkan dapat mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, generasi muda dapat terus mengenang dan melestarikan bahasa yang merupakan bagian dari budaya mereka.
Festival Tunas Bahasa Ibu ini tidak hanya menjadi ajang lomba, tetapi juga sebagai sarana pendidikan yang mengajarkan anak-anak untuk mencintai dan menghargai bahasa serta budaya mereka sendiri.
Melalui kegiatan ini, Disdikpora Badung menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian bahasa daerah dan budaya Bali, yang merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia. Diharapkan kegiatan seperti ini dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk melakukan hal serupa.
Festival Tunas Bahasa Ibu Badung bahasa daerah Sekolah Dasar