Sebuah ledakan gas terjadi di sebuah tambang batubara di Tabas, timur Iran, pada hari Senin. Akibat ledakan ini, setidaknya 51 orang dilaporkan tewas dan 20 lainnya mengalami luka-luka. Menurut laporan dari media pemerintah Iran, masih ada pekerja yang terjebak di dalam tambang.
Ledakan ini terjadi karena kebocoran metana di dua blok tambang. Saat ledakan terjadi, terdapat 69 pekerja yang sedang bekerja di lokasi tersebut. Kejadian ini merupakan salah satu dari banyak kecelakaan serius yang sering terjadi di industri pertambangan Iran.
Kecelakaan di tambang batubara di Iran bukanlah hal baru. Pada tahun 2017, sebuah ledakan di tambang batubara lainnya mengakibatkan 42 orang tewas. Banyak pihak menyalahkan kurangnya standar keselamatan sebagai penyebab utama dari tingginya angka kecelakaan di sektor ini.
Para pejabat setempat kini sedang berusaha untuk menyelamatkan pekerja yang mungkin masih terjebak di dalam tambang. Sementara itu, keluarga para korban menunggu kabar tentang sanak saudara mereka dengan penuh harapan dan kekhawatiran.
Kejadian ini kembali menyoroti perlunya peningkatan keselamatan kerja di sektor pertambangan di Iran, yang telah lama menjadi perhatian. Banyak organisasi dan aktivis telah menyerukan agar pemerintah mengambil tindakan lebih tegas untuk melindungi para pekerja dari risiko yang membahayakan jiwa.
Iran gas ledakan tambang batubara korban jiwa