Dalam kampanye pemilihan, Donald Trump berusaha menampilkan dirinya sebagai harapan satu-satunya bagi industri minyak Amerika. Namun, setelah kembali menjabat, harga minyak patokan West Texas Intermediate mengalami penurunan yang signifikan dari $80 per barel menjadi $60 per barel.
Penurunan harga ini menjadi perhatian penting bagi para pengebor minyak di Amerika. Menurut perhitungan dari sebuah perusahaan konsultan, rata-rata pengebor minyak dari formasi shale membutuhkan harga sekitar $63 per barel agar dapat menutupi biaya produksi, biaya tetap, bunga utang, dan dividen. Dengan harga minyak saat ini di $60, banyak dari perusahaan kecil ini mulai merasa tertekan.
Meskipun begitu, perusahaan-perusahaan minyak kecil tetap memiliki harapan besar terhadap kepemimpinan Trump. Mereka percaya bahwa kebijakan yang akan diambilnya dapat membantu mengembalikan harga minyak ke level yang lebih menguntungkan.
Dalam konteks ini, banyak yang bertanya-tanya mengapa harga minyak bisa turun begitu drastis dan apa yang bisa dilakukan untuk membalikkan keadaan. Perubahan dalam permintaan global, produksi yang berlebihan, dan kebijakan perdagangan internasional bisa menjadi faktor penyebab turunnya harga minyak.
Perusahaan-perusahaan kecil ini tetap optimis. Mereka berharap bahwa dengan dukungan dari Trump, industri minyak dapat bangkit kembali. Sementara itu, mereka terus mencari cara untuk bertahan di tengah tantangan ini.
Donald Trump harga minyak perusahaan minyak harapan pemilihan