Jakarta, 13 Mei 2025 - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Novita Hardini, mengajukan desakan kepada Badan Standardisasi Nasional (BSN) untuk mempermudah prosedur sertifikasi produk bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Ia juga meminta agar biaya sertifikasi dapat ditekan agar lebih terjangkau.
"UMKM adalah tulang punggung ekonomi nasional. Tapi kalau proses sertifikasi tetap rumit, mahal, dan tidak berpihak, bagaimana kita bisa mempertahankan kekuatan UMKM sebagai penopang ekonomi bangsa?" ujar Novita dalam sebuah pernyataan.
Menurut Novita, penting untuk memberikan dukungan kepada UMKM agar mereka dapat berkontribusi lebih besar dalam perekonomian. Jika proses sertifikasi terlalu sulit dan mahal, banyak UMKM yang akan kesulitan untuk mendapatkan pengakuan resmi untuk produk mereka. Hal ini dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan usaha mereka.
Selain itu, Novita juga menyoroti peran penting BSN dalam sektor kesehatan nasional. Ia berpendapat bahwa standar nasional yang baik dapat meningkatkan keamanan, keselamatan, dan kualitas layanan kesehatan yang diterima oleh masyarakat. Dengan adanya standar, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan nyaman saat menggunakan layanan kesehatan.
"Keberadaan standar nasional sangat berkontribusi terhadap kualitas layanan kesehatan. Kita perlu memastikan bahwa masyarakat mendapatkan layanan yang aman dan berkualitas," tambahnya.
Desakan ini muncul di tengah upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing UMKM dan memperbaiki layanan kesehatan di Indonesia. Novita berharap, dengan adanya perubahan dalam prosedur sertifikasi, UMKM akan lebih mudah untuk berkembang dan memberikan dampak positif bagi perekonomian.
Dengan demikian, langkah-langkah yang diambil oleh BSN diharapkan dapat mendorong pertumbuhan UMKM dan meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
DPR BSN sertifikasi UMKM ekonomi