Kabul, Afghanistan - Bulan lalu, Taliban mengeluarkan kode baru yang berisi hukum-hukum agama yang lebih ketat. Pengumuman ini membuat banyak wanita di Afghanistan merasa tertekan dan mencari cara untuk meninggalkan negara mereka.
Sebelum pengumuman ini, wanita di Afghanistan sudah dilarang untuk menghadiri sekolah menengah, universitas, dan bahkan taman. Mereka juga tidak diperbolehkan memasuki salon kecantikan yang hanya untuk wanita. Selain itu, banyak wanita juga dilarang untuk bekerja di berbagai profesi.
Suhail Shaheen, yang ditunjuk oleh Taliban sebagai perwakilan tetap mereka di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), mengatakan bahwa kode baru ini telah "salah ditafsirkan". Namun, pernyataan ini tidak banyak menghibur wanita-wanita yang merasakan dampak langsung dari aturan tersebut.
Saat ini, situasi di Afghanistan setelah tiga tahun penarikan pasukan Amerika Serikat terlihat semakin memburuk. Banyak wanita yang merindukan kebebasan dan hak-hak mereka yang kini semakin dibatasi. Dengan adanya aturan baru ini, harapan untuk kembali ke kehidupan normal semakin tipis.
Dari berita ini, jelas bahwa tekanan terhadap wanita di Afghanistan semakin meningkat. Mereka terus berjuang untuk hak-hak mereka dalam kondisi yang sangat sulit.
Taliban wanita Afghanistan hukum pendidikan pekerjaan