Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Karnaval Budaya APEKSI 2025 Meriahkan Kota Surabaya

Kota Surabaya - Rangkaian Musyawarah Nasional (Munas) ke-VII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) 2025 berlangsung dengan meriah. Pada malam Jumat, 9 Mei 2025, pusat Kota Surabaya dipenuhi oleh ribuan orang yang antusias menyaksikan Karnaval Budaya APEKSI. Karnaval ini diadakan dari pukul 18.00 hingga 22.00 WIB.

Acara ini melibatkan puluhan delegasi yang mewakili 98 kota dari berbagai penjuru Indonesia. Mereka secara bergiliran melakukan pawai dari Jalan Tunjungan menuju Balai Pemuda, mempersembahkan keanekaragaman budaya dari daerah masing-masing. Rombongan pawai ini dilepas langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Ikhsan, dari titik awal di pertigaan Jalan Tunjungan.

Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah tarian Sekar Paravan yang berasal dari Kota Pasuruan. Tarian ini ditampilkan di urutan ke-30 karnaval dan berhasil memukau warga Surabaya serta para kepala daerah yang hadir. Ketua Tim Penggerak PKK Kota Pasuruan, Suryani Firdaus, bersama puluhan kepala daerah lainnya, menyambut peserta karnaval dengan mengenakan pakaian adat khas daerah masing-masing.

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi, yang bertindak sebagai tuan rumah, menyampaikan harapannya agar karnaval ini dapat menjadi simbol persatuan dan pengingat bahwa Indonesia kaya akan keberagaman suku, budaya, dan kepercayaan.

"Kegiatan ini memperlihatkan betapa kuatnya ikatan kebhinekaan. Setiap daerah mengirim delegasi, menunjukkan semangat persaudaraan," ujar Eri Cahyadi dalam sambutannya.

Ia juga menambahkan bahwa Munas APEKSI tahun ini diharapkan menjadi momen pengikat antar pemimpin kota dan masyarakat.

"Saya berharap APEKSI bisa menjadi ajang silaturahmi, tidak hanya bagi seluruh anggota dan pengurus, tetapi juga bagi warga masyarakat," tutup Eri Cahyadi.

Karnaval ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menunjukkan betapa beragamnya budaya Indonesia, serta pentingnya kerjasama antara pemerintah dan masyarakat.

library_books Pemkotpasuruan