Tel Aviv, Israel - Pada hari Sabtu, Michel Illouz, seorang ayah yang kehilangan anaknya dalam konflik di Gaza, tampil di panggung protes di Tel Aviv. Di hadapan kerumunan yang menyerukan pembebasan para sandera, Illouz mengkritik rencana pemerintah Israel untuk memperluas operasi militer di wilayah tersebut.
Illouz memperingatkan bahwa tindakan militer yang disetujui oleh kabinet Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dapat membahayakan nyawa orang-orang yang seharusnya diselamatkan. "Kepala Staf kami mengatakan minggu ini bahwa manuver di Gaza 'mengancam nyawa para sandera.' Apakah kalian mengerti? Pemerintah Israel akan meluncurkan operasi militer yang mungkin membahayakan nyawa sandera," ujarnya dengan tegas.
Sebagai seorang yang vokal menentang kebijakan pemerintah, Illouz mempertanyakan legalitas dan moralitas dari operasi yang direncanakan tersebut. "Saya melihat ini jelas merupakan perintah ilegal menurut hukum militer," tambahnya. "Dan mematuhi perintah ini adalah pelanggaran kriminal. Oleh karena itu, adalah kewajiban - bukan izin, bukan hak, tetapi kewajiban yang dalam - untuk tidak mematuhinya!"
Illouz menutup pernyataannya dengan serangkaian pertanyaan yang menyentuh hati: "Saya bertanya kepada kalian - apakah operasi militer yang akan membunuh sandera kami itu legal? Apakah itu moral? Apakah itu manusiawi? Apakah itu Yahudi? Apakah itu Israel? Apa ini, jika bukan perintah yang jelas ilegal?"
Protes di Tel Aviv ini merupakan bagian dari gelombang frustrasi publik yang semakin meningkat mengenai nasib para sandera yang masih ditahan di Gaza dan cara pemerintah dalam menangani negosiasi. Banyak orang merasa bahwa pemerintah harus mencari solusi yang lebih baik untuk menyelamatkan nyawa mereka yang terjebak dalam konflik ini.
Michel Illouz protes Israel Gaza kebijakan militer