Pengusaha asal Amerika Serikat, Steven Eisman, yang dikenal sebagai manajer hedge fund, telah menghadapi kritik keras setelah menyatakan di media sosial bahwa ia "merayakan" kehancuran di Gaza. Pernyataan ini muncul setelah ia melihat video grafis yang menunjukkan gedung-gedung terbakar dan orang-orang yang menderita akibat serangan Israel.
Eisman menulis dalam postingannya, "Dunia diam." Namun, pada hari Kamis, ia membalas dengan mengatakan, "Kami tidak diam. Kami merayakan."
Pernyataan tersebut menjadi sorotan publik dan banyak orang merasa tersinggung. Eisman kemudian menarik kembali komentarnya, tetapi dampak dari pernyataannya sudah terjadi. Perusahaan tempat ia bekerja, Neuberger Berman, menyatakan bahwa Eisman tidak berbicara atas nama mereka dan menganggap tindakan tersebut "tidak dapat diterima."
Krisis yang terjadi di Gaza sudah berlangsung hampir satu tahun, dan menurut laporan, lebih dari 41.000 warga Palestina telah kehilangan nyawa akibat konflik dengan Israel. Angka ini menunjukkan betapa seriusnya situasi di wilayah tersebut.
Sebagai akibat dari pernyataan yang kontroversial ini, Eisman dijadwalkan untuk cuti dari perusahaannya pada hari Jumat. Hal ini menunjukkan bahwa tindakan dan kata-kata seseorang, terutama yang berpengaruh, dapat memiliki konsekuensi yang besar di masyarakat.
Steven Eisman Gaza Israel kritik Neuberger Berman