Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Serangan Israel di Beirut Tewaskan Pemimpin Hezbollah dan Lainnya

Pada hari Jumat, Israel melancarkan serangan udara yang menargetkan sebuah lingkungan padat penduduk di Beirut. Dalam serangan ini, pemimpin senior Hezbollah, Ibrahim Aqil, dilaporkan tewas bersama setidaknya delapan orang lainnya. Menurut sumber keamanan Lebanon yang dikutip oleh Middle East Eye, Aqil merupakan wakil pemimpin Hezbollah sejak kematian Fuad Shukr dalam serangan Israel sebelumnya pada bulan Juli.

Laporan dari Badan Pertahanan Sipil Lebanon menyatakan bahwa dua gedung runtuh akibat serangan tersebut. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa setidaknya delapan orang tewas dan 59 lainnya mengalami luka-luka.

Menanggapi serangan ini, Hezbollah mengklaim telah menyerang markas intelijen utama di utara Israel dengan roket, menuduh markas tersebut "bertanggung jawab atas pembunuhan".

Pemerintah Amerika Serikat telah menempatkan hadiah sebesar 7 juta dolar AS untuk informasi yang mengarah pada penangkapan Aqil. Mereka menuduhnya terlibat dalam pemboman kedutaan besar AS di Beirut pada tahun 1983, yang menewaskan 63 orang, dan serangan di markas Marinir AS di Lebanon pada tahun yang sama, yang mengakibatkan 241 kematian.

Konflik antara Israel dan Hezbollah telah meningkat pesat pekan ini. Dua serangan mengejutkan dari Israel telah menyebabkan ledakan yang menewaskan 37 orang, termasuk dua anak-anak, serta melukai ribuan orang, banyak di antaranya mengalami cedera serius.

Hezbollah menyatakan bahwa mereka tidak mencari perang skala besar dengan Israel. Mereka mengungkapkan akan menghentikan serangan roket dan artileri, yang mereka sebut dilakukan sebagai solidaritas terhadap rakyat Gaza, jika gencatan senjata disepakati antara Hamas dan pemerintah Israel.

Pertikaian ini telah menyebabkan ratusan kematian di Lebanon, baik di kalangan warga sipil maupun pejuang Hezbollah, serta puluhan kematian di pihak Israel.

Negara-negara seperti Rusia, Yordania, dan Mesir telah mengungkapkan kekhawatiran bahwa serangan Israel pekan ini merupakan upaya untuk menarik Timur Tengah ke dalam perang regional yang lebih luas.

library_books Middleeasteye