Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kepala Hezbollah Berbicara Setelah Serangan di Lebanon

Beirut, Lebanon – Kepala Hezbollah, Hassan Nasrallah, memberikan pidato pertamanya di televisi setelah serangan yang menargetkan ribuan perangkat komunikasi anggota kelompoknya di Lebanon minggu ini. Pidato ini disampaikan sebagai tanggapan atas ledakan yang menyebabkan banyak korban.

Dalam pidatonya, Nasrallah menyampaikan rasa belasungkawa kepada mereka yang tewas akibat serangan tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para pekerja kesehatan yang telah berusaha keras merawat para korban luka. Nasrallah menyebut kampanye donor darah yang dilakukan oleh masyarakat sebagai "yang terbesar dalam sejarah Lebanon."

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada negara-negara seperti Irak, Iran, dan Suriah yang telah mengirimkan pesawat bantuan atau menerima para korban di rumah sakit mereka.

"Dalam satu menit pada hari Selasa, musuh berniat untuk membunuh lebih dari empat ribu orang, mengira mereka adalah pemuda Hezbollah," katanya. "Ini terpisah dari mereka yang bisa terbunuh secara tidak langsung di sekitar mereka. Ini adalah ukuran kriminalitas mereka."

Nasrallah menekankan bahwa kelompoknya telah menerima "pukulan berat" setelah serangan tersebut. "Hal yang paling penting adalah bahwa serangan itu tidak membunuhmu, tidak peduli seberapa besar itu," ujarnya. "Serangan ini tidak menjatuhkan kami, dan tidak akan menjatuhkan kami. Kami akan lebih kuat."

Ia menegaskan bahwa "tidak peduli pengorbanan dan konsekuensinya," kelompoknya tidak akan menghentikan operasi militer untuk mendukung Palestina hingga gencatan senjata tercapai di Gaza. "Perlawanan di Lebanon tidak akan berhenti mendukung rakyat Gaza, Tepi Barat, dan mereka yang mengalami ketidakadilan di tanah suci," tambahnya.

Nasrallah juga mengingatkan bahwa warga Israel tidak akan bisa kembali ke rumah mereka di utara tanpa gencatan senjata di Gaza. "Kalian tidak akan bisa mengembalikan para pemukim dan penjajah tanah ke utara. Saya tantang kalian," ujarnya, langsung mengarahkan pernyataannya kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant.

Ia menutup pidatonya dengan pernyataan bahwa kelompoknya akan merespons dengan "balasan yang adil" dan bahwa "hukuman sedang dalam perjalanan," setelah menyalahkan Israel atas serangan kembar yang terjadi minggu ini.

library_books Middleeasteye