Setelah insiden penyerangan terhadap calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump, Secret Service mengakui adanya kesalahan dalam sistem keamanan mereka. Rowe, kepala sementara dari Secret Service, menyatakan bahwa sebuah penyelidikan internal telah menemukan berbagai masalah komunikasi, termasuk dalam interaksi dengan pihak kepolisian lokal.
Beberapa informasi penting tidak disampaikan melalui saluran komunikasi yang biasa, sehingga tidak semua pihak yang terlibat mendapat informasi yang diperlukan. Rowe menambahkan bahwa meskipun beberapa masalah telah teridentifikasi sebelumnya, hal tersebut tidak dilaporkan kepada atasan dan tidak diatasi dengan baik.
"Beberapa agen yang bertugas memeriksa area sebelum penyerangan telah menunjukkan kelalaian, yang menyebabkan pelanggaran terhadap prosedur keamanan yang telah ditetapkan," kata Rowe. Ia juga menegaskan bahwa agen-agen yang terlibat dalam kelalaian ini akan dimintai pertanggungjawaban.
Sejak terjadinya penyerangan tersebut, Trump kini mendapatkan tingkat perlindungan yang setara dengan yang diberikan kepada presiden saat ini. Rowe juga menyebutkan bahwa Secret Service sedang menghadapi tekanan yang lebih besar karena tahun pemilihan yang sibuk dan banyaknya acara penting lainnya. "Kami memiliki sumber daya yang terbatas, dan saat ini kami sedang memaksimalkan penggunaan sumber daya tersebut," tambahnya.
Insiden ini menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif dalam menjaga keamanan tokoh-tokoh penting, terutama selama periode pemilihan yang penuh tantangan.
Trump Secret Service kesalahan penyerangan keamanan