Mojokerto, 13 September 2024 - Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan, Korem 082/CPYJ mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1446 H di Masjid Roudhotul Iman, Kota Mojokerto. Acara ini dihadiri oleh sekitar 103 orang, termasuk prajurit, pegawai negeri sipil (PNS), dan anggota Persit.
Acara dimulai dengan ceramah yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad Zaenuri, S.Pdi dari Pondok Pesantren Miji, Mojokerto. Tema yang diusung dalam peringatan kali ini adalah "Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW dalam Mewujudkan Personel TNI AD yang Religius".
Ustadz Zaenuri menjelaskan pentingnya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Tradisi ini diyakini sudah ada sejak tahun kedua Hijriah, meskipun ada pendapat yang menyatakan bahwa peringatan ini dimulai pada masa Nabi Muhammad SAW sendiri. Menurut Ustadz Zaenuri, berbagai versi mengenai awal mula peringatan Maulid Nabi SAW muncul, salah satunya berpendapat bahwa perayaan pertama kali dilakukan pada masa dinasti Fatimiyah.
Ustadz Zaenuri juga menjelaskan tentang Khaizuran, istri Khalifah al-Mahdi, yang memerintahkan penduduk Madinah untuk merayakan Maulid Nabi di Masjid Nabawi. Ia juga melakukan hal yang sama di Mekah. "Sebagian besar ulama meyakini bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada tanggal 12 Rabiul Awwal, Tahun Gajah (570 M)," jelasnya. Oleh karena itu, setiap tanggal tersebut diperingati oleh umat Islam di seluruh dunia sebagai Maulid Nabi Muhammad SAW.
Peringatan Maulid ini diharapkan dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan bagi seluruh peserta, serta mendorong mereka untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Korem 082/CPYJ Maulid Nabi Mojokerto Ustadz Muhammad Zaenuri