UPS mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka akan memecat sebanyak 20.000 karyawan tahun ini. Keputusan ini diambil meskipun perusahaan pengiriman ini berhasil melampaui perkiraan keuntungan di kuartal pertama tahun ini.
UPS, yang merupakan salah satu raksasa dalam industri pengiriman, memprediksi bahwa jumlah pengiriman akan menurun. Hal ini terjadi setelah mereka memangkas jumlah pengiriman untuk perusahaan Amazon hingga setengah dari biasanya. Pemotongan ini berdampak pada jumlah karyawan yang diperlukan untuk menjalankan operasi pengiriman.
Perusahaan ini berharap untuk menghemat sekitar $3,5 miliar pada tahun 2025. Langkah ini termasuk pemecatan karyawan dan penutupan 73 gedung yang disewa dan dimiliki, yang direncanakan akan ditutup pada akhir bulan Juni mendatang.
Dengan pengurangan ini, UPS berusaha untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pasar yang berubah. Meskipun keuntungan mereka meningkat, perusahaan tersebut harus menghadapi tantangan baru dalam industri pengiriman yang semakin kompetitif.
Keputusan UPS untuk melakukan PHK dan penutupan gedung ini menunjukkan dampak dari perubahan strategi bisnis dan permintaan pelanggan di pasar saat ini. Ini menjadi perhatian bagi banyak pihak, terutama bagi para karyawan yang akan terdampak oleh keputusan ini.
UPS PHK karyawan pengiriman Amazon