Sejak tahun 2015, perkembangan negara-negara termiskin di dunia telah terhenti. Hal ini menjadi kabar buruk bagi lebih dari 700 juta orang yang masih hidup dalam kondisi kemiskinan ekstrem, serta 3 miliar orang yang tergolong miskin.
Sebelum tahun 2015, ada harapan besar bagi negara-negara ini. Dalam dua dekade setelah tahun 1995, banyak perubahan positif terjadi. Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat, kemiskinan ekstrem menurun, dan kesehatan serta pendidikan global mengalami kemajuan yang signifikan.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, banyak pemerintah mulai menolak prinsip-prinsip yang mendasari era globalisasi yang sukses tersebut. Akibatnya, perkembangan ekonomi dan sosial di negara-negara termiskin terhenti. Hal ini tentu sangat menyakitkan bagi masyarakat yang paling rentan di dunia.
Kondisi ini menunjukkan bahwa untuk melanjutkan perkembangan, penting bagi negara-negara tersebut untuk belajar dari sejarah dan memperluas kebijakan yang lebih liberal. Dengan cara ini, diharapkan ada kesempatan bagi negara-negara miskin untuk kembali bangkit dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
negara miskin perkembangan kemiskinan globalisasi kesehatan