Jakarta, 20 September 2023 - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan hari ini ditutup melemah sebesar 1,43 persen, mencapai level 7.792. Penurunan ini terjadi setelah bursa saham Amerika Serikat ditutup dengan tren positif, terkait dengan proyeksi pemulihan ekonomi yang disebut sebagai soft landing setelah pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) sebesar 50 basis poin.
Menurut analis pasar, pelemahan IHSG berbanding terbalik dengan perkembangan di bursa AS. Ada juga potensi pemotongan suku bunga lebih lanjut hingga akhir tahun 2024, yang bisa berpengaruh pada pasar saham.
Sementara itu, di sektor komoditas, harga-harga terlihat mayoritas menguat. Harga emas, yang sering dianggap sebagai aset yang aman, naik sebesar 0,48 persen dan mencapai rekor tertinggi. Kenaikan harga emas ini didorong oleh meningkatnya risiko geopolitik yang membuat investor mencari perlindungan pada aset-aset yang lebih stabil.
Selain emas, harga batu bara juga mengalami kenaikan sebesar 0,36 persen, dan harga minyak Brent meningkat 1,67 persen. Kenaikan harga minyak ini didorong oleh optimisme terhadap permintaan dan adanya potensi risiko pasokan di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah.
Di sisi nilai tukar, mata uang Rupiah menguat sebesar 0,93 persen, menjadi Rp15.098 per USD. Hal ini menunjukkan bahwa Rupiah cukup kuat meskipun IHSG mengalami penurunan.
Pergerakan pasar hari ini menunjukkan dinamika yang menarik, di mana faktor-faktor internasional dan domestik saling mempengaruhi. Investor diharapkan terus memantau perkembangan ini dan mengambil keputusan yang tepat.
IHSG Harga Emas Ekonomi Bursa Komoditas