Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Endang Setyawati Thohari, mengungkapkan keprihatinannya terhadap rendahnya realisasi anggaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) pada Triwulan III tahun 2024. Dalam laporan yang dipresentasikan oleh KLHK, serapan anggaran Kementerian tersebut baru mencapai sekitar 50,34 persen dari total pagu anggaran yang sebesar lebih dari delapan triliun rupiah.
Jumlah total pagu anggaran KLHK untuk tahun ini adalah Rp 8.385.909.288.000. Namun, dengan serapan yang hanya mencapai 50,34 persen, KLHK menempati peringkat ke-62 dari 85 Kementerian dan Lembaga di Indonesia. Angka ini juga berada di bawah rata-rata nasional yang tercatat sebesar 54,33 persen.
Endang Setyawati Thohari menegaskan bahwa rendahnya serapan anggaran ini perlu menjadi perhatian semua pihak. "Kami perlu mengetahui penyebabnya dan mencari solusi agar anggaran yang telah dialokasikan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan lingkungan dan kehutanan di Indonesia," ujarnya.
Penting untuk diketahui bahwa anggaran merupakan salah satu sumber daya penting yang digunakan untuk melaksanakan berbagai program dan kegiatan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Jika anggaran tidak terserap dengan baik, maka dapat berdampak negatif terhadap pelaksanaan program-program yang bertujuan untuk melindungi dan menjaga kelestarian lingkungan.
Dengan rendahnya serapan anggaran ini, diharapkan pihak-pihak terkait dapat segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar realisasi anggaran KLHK dapat meningkat di sisa tahun 2024. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa semua program yang telah direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta lingkungan.
Endang Setyawati anggaran KLHK DPR Gerindra