Submersible Titan mengalami masalah teknis beberapa hari sebelum melakukan penyelaman terakhirnya menuju bangkai kapal Titanic pada Juni tahun lalu. Menurut laporan dari penyelidikan, kejadian ini menyebabkan penumpang di dalamnya terhuyung-huyung, bahkan salah satu penumpang dilaporkan "menggantung terbalik" di dalam submersible.
Kejadian malfungsi ini terjadi pada saat persiapan menuju misi yang sangat dinantikan, yang seharusnya membawa penumpang melihat langsung sisa-sisa kapal Titanic yang tenggelam pada tahun 1912. Setelah kerusakan terjadi, tim dukungan memerlukan waktu lebih dari satu jam untuk mengangkat submersible dari dalam air.
Dalam misi yang tragis itu, lima orang kehilangan nyawa, termasuk Stockton Rush, Shahzada Dawood beserta putranya Suleman, Hamish Harding, dan Paul-Henri Nargeolet. Insiden yang fatal ini memicu berbagai pertanyaan mengenai keselamatan dan desain submersible Titan, serta bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatannya.
Kecelakaan ini menjadi perhatian publik dan mendatangkan kritik terhadap standar keselamatan yang diterapkan dalam misi eksplorasi bawah laut. Banyak yang berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi industri eksplorasi laut di masa depan.
Titan submersible Titanic kecelakaan keselamatan