Setelah pecahnya Yugoslavia pada tahun 1990-an, perdagangan senjata di kawasan Balkan mengalami lonjakan yang signifikan. Kini, situasi ini semakin diperparah dengan adanya perang yang berlangsung di Ukraina. Pemerintah Barat kini semakin aktif mengumpulkan amunisi dan mortir dari wilayah tersebut.
Ekspor senjata dari Serbia, misalnya, telah meningkat empat kali lipat sejak tahun 2020. Selain itu, ekspor dari Bosnia juga menunjukkan pertumbuhan yang mengesankan. Dalam empat bulan pertama tahun 2024, ekspor senjata Bosnia hampir dua kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Pabrik-pabrik amunisi di sana beroperasi tanpa henti untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat.
Perdagangan senjata ini memberikan manfaat bagi bisnis di Balkan, namun juga membuka peluang bagi negara-negara tersebut untuk mendapatkan pengakuan politik dari Amerika Serikat dan Uni Eropa. Hal ini menunjukkan betapa kompleksnya dinamika politik dan ekonomi di kawasan tersebut, di mana konflik dapat menciptakan peluang baru bagi beberapa pihak.
senjata Balkan Ukraina ekspor politik