Ukraina Minta Izin Serang Target Militer Rusia
Setiap hari, Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan serangan dengan bom dan rudal ke target sipil di Ukraina. Serangan ini tidak hanya menimbulkan ketakutan di kalangan warga sipil, tetapi juga berusaha untuk mematikan pasokan listrik menjelang musim dingin yang akan datang.
Dalam menghadapi serangan ini, Ukraina mengusulkan untuk melakukan balasan yang proporsional dan sesuai hukum. Negara ini ingin menggunakan rudal dari Barat untuk menyerang target militer di Rusia, tempat dari mana pasukan Putin meluncurkan serangan mereka. Namun, permintaan ini hingga saat ini ditolak oleh Amerika Serikat.
Salah satu rudal yang diincar Ukraina adalah ATACMS, yang merupakan rudal yang dipasok oleh Amerika Serikat. Rudal ini memiliki jangkauan hingga 300 kilometer dan lebih banyak tersedia dibandingkan dengan rudal Storm Shadow dan SCALP dari Inggris dan Prancis.
Meskipun demikian, Presiden AS Joe Biden menolak permintaan tersebut. Beberapa pengamat berpendapat bahwa penolakan ini tidak tepat, dan Biden seharusnya mempertimbangkan kembali keputusannya.
Situasi di Ukraina semakin mendesak, dan banyak pihak berharap agar Amerika Serikat dapat memberikan dukungan yang lebih besar kepada Ukraina dalam menghadapi agresi Rusia.
Ukraina Rusia serangan Biden ATACMS