Kementerian Perindustrian (Kemenperin) baru saja mengumumkan hasil realisasi anggaran untuk tahun 2023. Anggaran yang berhasil direalisasikan mencapai Rp3,09 triliun. Jumlah ini setara dengan 98,65 persen dari total alokasi pagu yang ditetapkan untuk tahun ini.
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengungkapkan bahwa angka ini menunjukkan peningkatan sebesar 0,52 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu 2022. Pagu atau anggaran yang dialokasikan adalah batas maksimal yang dapat digunakan oleh kementerian dalam satu tahun anggaran.
Selain itu, jika memasukkan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) untuk bantuan pemerintah dalam pembelian motor listrik yang mencapai Rp1,4 triliun, maka total pagu anggaran Kemenperin menjadi Rp4,53 triliun. Dengan informasi tersebut, total realisasi anggaran Kemenperin menjadi Rp3,17 triliun, yang berarti kementerian ini telah menyerap sekitar 69,95 persen dari total anggaran yang ada.
Agus menyatakan, “Ini merupakan prestasi dan sekaligus tantangan bagi kami dalam mengelola anggaran secara transparan dan akuntabel sehingga opini tersebut dapat kami pertahankan di tahun mendatang.” Pernyataan ini disampaikannya dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI yang membahas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) untuk APBN tahun anggaran 2023, yang berlangsung di Jakarta pada Senin, 26 Agustus 2024.
Keberhasilan Kemenperin dalam mengelola anggaran menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan dana publik, serta pembangunan yang berkelanjutan di sektor industri.
Anggaran Kemenperin Rp3 09 triliun 2023