Arab Saudi menegaskan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel sebelum adanya negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya. Pernyataan ini disampaikan oleh Pangeran Mohammed bin Salman pada Rabu dalam pidato tahunan di depan Dewan Syura di Riyadh.
Pangeran Mohammed bin Salman, yang juga menjabat sebagai Perdana Menteri Arab Saudi, menegaskan bahwa pemerintahnya mengutuk "kejahatan" yang dilakukan oleh Israel yang melanggar hukum internasional. "Kami menegaskan bahwa Arab Saudi tidak akan membangun hubungan diplomatik dengan Israel sampai tujuan itu tercapai," ungkapnya.
Sebelum serangan yang dipimpin oleh Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober, Arab Saudi dan Israel telah membuat kemajuan dalam normalisasi hubungan. Pangeran Mohammed bin Salman sebelumnya menyatakan bahwa hubungan antara kerajaan dan Israel semakin dekat "setiap hari", dengan tanda-tanda normalisasi yang tampak dalam berbagai bidang, termasuk pertahanan dan teknologi.
Negosiasi untuk normalisasi hubungan antara Arab Saudi dan Israel dipimpin oleh pemerintahan Presiden AS Joe Biden setelah keberhasilan kesepakatan dengan Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, dan Sudan pada tahun 2020 dan 2021 yang diinisiasi oleh mantan Presiden AS Donald Trump.
Para pejabat Saudi telah berulang kali menekankan bahwa kemerdekaan negara Palestina merupakan salah satu syarat dalam pembicaraan normalisasi. Kementerian Luar Negeri Arab Saudi juga menyatakan pada bulan Februari bahwa normalisasi tidak akan terjadi tanpa gencatan senjata dan kemajuan menuju negara Palestina.
Meskipun demikian, Sekretaris Negara AS Antony Blinken mengatakan pada bulan April bahwa Washington dan Riyadh telah terlibat dalam diplomasi intensif sejak 7 Oktober untuk mencapai kesepakatan normalisasi, dan bahwa kesepakatan itu hampir "selesai".
Meski ada pernyataan resmi yang mendukung kemerdekaan Palestina, pemerintah Saudi dilaporkan telah membungkam kritik terhadap Israel di media sosial, dengan beberapa orang ditangkap karena mengunggah tentang konflik tersebut.
Arab Saudi Israel Palestina hubungan diplomatik Mohammed bin Salman