Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Warga Lokulamo Alami Kekerasan saat Demo Tuntut Pertanggungjawaban

Weda Tengah, Halmahera Tengah, Maluku Utara - Pada Kamis, 19 September 2024, warga Desa Lokulamo mengalami tindak kekerasan dari pihak kepolisian saat mereka menggelar aksi demonstrasi. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes terhadap PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) dan Pemerintah Daerah Halmahera Tengah, yang diharapkan dapat bertanggung jawab atas banjir yang baru-baru ini melanda desa mereka.

Banjir tersebut menyebabkan kerugian yang cukup besar bagi warga, mulai dari kerusakan rumah hingga kehilangan hasil pertanian. Dalam demonstrasi tersebut, warga menyuarakan tuntutan mereka dengan harapan mendapatkan perhatian dari pihak terkait.

Namun, dalam proses penyampaian aspirasi, situasi menjadi tegang. Menurut saksi mata, polisi menggunakan kekerasan untuk membubarkan massa. "Kami hanya ingin menyampaikan keluhan, tetapi polisi malah menyerang kami," kata salah satu warga yang ikut dalam aksi tersebut.

Tindakan kekerasan ini memicu reaksi dari berbagai kalangan, termasuk organisasi masyarakat sipil yang mengecam aksi tersebut. Mereka meminta agar pihak berwenang menghormati hak warga untuk menyampaikan pendapat dan melakukan aksi demonstrasi secara damai.

Pihak kepolisian hingga saat ini belum memberikan pernyataan resmi terkait kejadian ini. Sementara itu, warga Desa Lokulamo tetap bersikukuh untuk menuntut pertanggungjawaban dari PT IWIP dan Pemerintah Daerah, dan berencana untuk melanjutkan aksi mereka hingga mendapatkan jawaban yang memuaskan.

library_books Simpul Jatam Malut