Uni Emirat Arab (UAE) baru-baru ini menamai 11 pembangkang politik dan keluarga mereka sebagai "teroris". Penetapan ini didasarkan pada dugaan hubungan mereka dengan Muslim Brotherhood, sebuah organisasi yang dianggap sebagai ancaman oleh pemerintah. Keputusan ini, menurut sebuah kelompok hak asasi manusia, merupakan langkah besar dalam penindasan terhadap dissent.
Menurut Human Rights Watch, otoritas UAE tidak memberi tahu individu atau entitas yang telah dinyatakan teroris tersebut sebelum penetapan dilakukan. Mereka juga tidak diberikan kesempatan untuk membela diri atau menanggapi tuduhan yang dilayangkan.
Setidaknya sembilan dari sebelas orang yang ditetapkan adalah pembangkang politik atau anggota keluarganya. Hanya dua dari mereka yang pernah dituduh atau dihukum atas pelanggaran terorisme, seperti yang dilaporkan oleh Human Rights Watch.
Beberapa individu yang ada dalam daftar ini baru mengetahui bahwa mereka telah dinyatakan "teroris" setelah Wam, lembaga berita resmi UAE, menerbitkan daftar nama tersebut awal tahun ini. Salah satu orang yang namanya tercantum dalam daftar menyatakan bahwa mereka sangat terkejut karena nama mereka muncul dalam kasus terorisme tanpa adanya kasus hukum atau keputusan hakim.
Pada tahun 2014, UAE juga telah memasukkan 83 organisasi dalam daftar "teroris". Human Rights Watch mencatat bahwa undang-undang kontra-terorisme UAE tahun 2014 menggunakan definisi terorisme yang terlalu luas, memungkinkan pemerintah untuk menetapkan individu dan entitas sebagai "teroris" tanpa bukti hukum yang jelas.
Tahun ini, UAE kembali menjadi sorotan ketika Lebanon memaksa deportasi Abdul Rahman Yusuf al-Qaradawi ke UAE. Individu yang dinyatakan "teroris" oleh UAE akan mengalami pembekuan aset dan penyitaan properti secara otomatis, bahkan jika mereka tinggal di luar negeri.
Penetapan ini juga melarang komunikasi dengan mereka yang dianggap "teroris" dan menjatuhkan hukuman penjara hingga seumur hidup. Langkah-langkah ketat ini telah mengisolasi individu tersebut dari keluarga mereka, terutama anggota keluarga yang tinggal di UAE.
UAE pembangkang teroris hak asasi manusia Muslim Brotherhood