Setiap karyawan pasti tahu apa itu kelelahan kerja atau burnout. Namun, tahukah kamu tentang fenomena yang disebut boreout?
Boreout adalah istilah yang menggambarkan perasaan tidak bermakna dan terasing karena kurangnya makna dalam pekerjaan. Istilah ini diperkenalkan oleh dua konsultan bisnis asal Swiss dalam sebuah buku pada akhir tahun 2000-an. Sekarang, boreout mulai banyak diperbincangkan di kalangan karyawan dan manajer.
Kelli Thompson, seorang pelatih eksekutif dan penulis buku "Closing the Confidence Gap," mengaku bahwa dia tidak mengenal istilah boreout ketika merasakan "gatal" setelah 11 tahun bekerja di bank. "Saya mencintai perusahaan ini. Ini luar biasa. Semua rekan kerja saya hebat, tetapi saya merasa seperti hanya menjalani rutinitas sehari-hari," kenang Thompson dalam sebuah wawancara dengan Business Insider. "Pada akhirnya, kamu mulai merasa terasing."
Gejala boreout bisa muncul ketika seseorang merasa tidak ada tantangan atau tidak ada perkembangan dalam pekerjaannya. Hal ini dapat menyebabkan perasaan bosan, tidak bersemangat, dan tidak terlibat. Dalam jangka panjang, ini bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan kinerja kerja.
Untuk mengatasi boreout, penting bagi karyawan dan manajer untuk saling berkomunikasi. Karyawan harus berani menyampaikan perasaan mereka, sementara manajer perlu menciptakan lingkungan kerja yang mendukung dan memberikan tantangan yang sesuai.
Menemukan makna dalam pekerjaan sangat penting. Karyawan dapat mencoba untuk menetapkan tujuan baru atau mencari proyek yang lebih menantang. Sementara itu, manajer bisa membantu dengan memberikan pelatihan atau kesempatan untuk berkembang dalam karir.
Dengan perhatian yang tepat, boreout dapat diatasi, dan karyawan dapat kembali merasa terlibat dan bermakna dalam pekerjaan mereka. Mari kita jaga kesehatan mental kita dan ciptakan lingkungan kerja yang positif!
boreout perasaan tidak bermakna tempat kerja disengaged karir