Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pelatihan Ketenagakerjaan untuk Pengangguran di Pasuruan

Pasuruan, Jawa Timur - UPT LKD Kabupaten Pasuruan kembali mengadakan pelatihan ketenagakerjaan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan atau pengangguran. Pelatihan ini dimulai sejak 9 September 2024 dan akan berakhir pada 14 Oktober 2024.

Total ada 7 paket pelatihan yang ditawarkan, antara lain pelatihan operator forklift, service kendaraan roda dua, otomotif, pembuatan roti dan kue, menjahit, bordir, serta tata rias. Kepala UPT LKD Kabupaten Pasuruan, Umiasih Indrawati, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar dapat mendapatkan pekerjaan.

Selama mengikuti pelatihan, peserta akan mendapatkan berbagai fasilitas. Mereka akan diberikan seragam, alat tulis kantor (ATK), snack, serta konsumsi makan satu kali sehari. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan uang transport sebesar Rp 60 ribu per hari.

"Misalnya untuk pelatihan menjahit dan bordir, kami menyediakan kain. Setelah selesai membuat pakaian, peserta boleh membawanya pulang. Begitu juga dengan pembuatan roti dan kue, nanti juga bisa dibawa pulang," kata Umiasih saat diwawancarai di kantornya pada 17 September 2024.

Syarat untuk menjadi peserta pelatihan ini cukup mudah. Peserta harus memiliki KTP Kabupaten Pasuruan, belum bekerja, serta memiliki keterangan AK1 yang diterbitkan oleh Dinas Ketenagakerjaan setempat.

Umiasih menambahkan bahwa jumlah pendaftar untuk pelatihan ini selalu membludak. Namun, karena jumlah peserta dibatasi oleh anggaran yang telah ditetapkan, total peserta yang diterima untuk 7 pelatihan ini adalah 144 orang, dengan rata-rata 20 orang per jenis pelatihan.

"Banyak yang mendaftar, tetapi kami harus menyesuaikan dengan pagu dan anggaran. Jadi totalnya 144 orang," jelasnya.

Harapan Umiasih adalah agar peserta dapat menyerap ilmu yang diberikan oleh para instruktur. Setelah pelatihan, diharapkan peserta dapat memulai usaha berdasarkan keterampilan yang mereka pelajari.

"Peserta yang mengikuti pelatihan operator forklift bisa melamar pekerjaan di perusahaan, karena banyak yang membutuhkan. Sedangkan untuk pelatihan membuat kue dan menjahit, peserta bisa mencoba berbisnis dari rumah dan menerima pesanan," terangnya.

Salah satu peserta pelatihan, Yuli (45), menyatakan bahwa ia sangat senang mengikuti pelatihan ini. Yuli mengaku suka membuat kue, tetapi belum memiliki keterampilan yang baik. Dia merasa perlu berjuang setelah suaminya meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Dengan mengikuti pelatihan ini, Yuli berharap dapat meningkatkan kemampuannya dan mencari cara untuk menghidupi keluarganya.

library_books Pemkabpasuruan