Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

20.000 Pohon Bambu Ditanam untuk Kebun Raya Bambu di Trenggalek

Sebanyak 20.000 batang pohon bambu ditanam di Arboretum Bambu, kawasan Dilem Wilis, Dompyong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek. Kegiatan penanaman ini merupakan langkah awal untuk mendirikan Kebun Raya Bambu di daerah tersebut. Penanaman dimulai dengan acara jalan sehat yang diikuti oleh masyarakat, yang berangkat dari Kantor Camat Bendungan menuju lokasi penanaman.

Bambu dipilih sebagai tanaman yang akan ditanam karena memiliki banyak manfaat. Selain berfungsi menjaga ketersediaan air dalam tanah, bambu juga berperan dalam melindungi tanah dari banjir dan tanah longsor. Bambu memiliki kemampuan untuk menyerap gas rumah kaca, yang membantu mengurangi dampak pemanasan global.

Tidak hanya bermanfaat untuk lingkungan, bambu juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Banyak produk yang bisa dihasilkan dari bambu, seperti pakaian, makanan, dan bahan bangunan. Serat bambu kini bisa dimanfaatkan untuk industri konveksi, sedangkan ruas bambu sering digunakan sebagai bahan konstruksi. Selain itu, rebung atau bambu muda juga menjadi sumber pangan yang bergizi bagi masyarakat.

Dengan banyaknya fungsi ekologis dan ekonomi yang dimiliki oleh bambu, diharapkan pelestarian tanaman ini dapat meningkatkan hubungan yang lebih baik antara manusia dan alam. Bupati Trenggalek, Nur Arifin, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan lestari, tidak hanya untuk masyarakat sekarang, tetapi juga untuk generasi mendatang.

Dalam sambutannya, Bupati Mas Ipin juga mengingatkan akan nasihat dari kakeknya yang mengatakan, “Wong Nggalek lek pengen tetel, alase kudu ketel”. Artinya, jika masyarakat Trenggalek ingin sejahtera maka hutan harus dijaga kelestariannya. Nasihat tersebut berasal dari Bung Karno saat berpidato di Alun-alun Trenggalek pada tahun 1950-an. Dengan penanaman bambu ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli dan menjaga lingkungan agar tetap seimbang dan berkelanjutan.

library_books Pemkabtrenggalek