Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Kirab Jullaini Memeriahkan Desa Mojopurno

Desa Mojopurno - Kirab Jullaini, yang juga dikenal dengan sebutan Jolen, digelar di Desa Mojopurno pada Kamis, 19 September. Kirab ini merupakan tradisi masyarakat setempat yang berasal dari bahasa Arab, yaitu Julla yang berarti Agung dan Jullaini yang berarti dua keagungan. Acara ini diadakan untuk memperingati dua hari besar Islam, yaitu Maulud dan Rajab.

Dalam masyarakat Mojopurno, Jolen juga dimaknai sebagai "ojo kelalen" yang berarti jangan lupa kepada Allah yang Maha Kuasa. Acara kirab ini diselenggarakan di Pondok Pesantren At-Thohirin dan diikuti oleh peserta dari Desa Mojopurno dan Desa Banyudono. Meskipun diadakan pada malam hari, antusiasme masyarakat dan peserta sangat luar biasa.

Bustomi Jauhari, yang akrab disapa Gus Tom, menyampaikan bahwa kirab Jullaini pada masanya diadakan selama tujuh hari. Acara ini menjadi ajang untuk menunjukkan kebesaran umat Islam di Kabupaten Magetan kepada penjajah Belanda. Selain itu, kirab ini juga berfungsi sebagai sarana silaturahmi antar tokoh umat Islam di Karesidenan Madiun dan sebagai hiburan rakyat.

Rangkaian acara Jolen menampilkan berbagai kegiatan keagamaan Islam serta pentas seni. Di antaranya adalah kisah perjuangan para nabi, puisi, qiroah, salawatan, serta tradisi kesenian Jawa seperti tari-tarian dan pencak silat. Gus Tom berharap, "Semoga dengan adanya kirab Jullaini/Jolen ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap Allah SWT dan bersyukur atas nikmat-NYA serta mempererat tali silaturahmi antar umat," ujarnya.

Dengan pelaksanaan kirab ini, masyarakat Mojopurno tidak hanya merayakan hari-hari besar Islam, tetapi juga melestarikan tradisi yang telah ada sejak lama. Kegiatan ini menjadi momen penting bagi warga untuk bersatu dan mengingat pentingnya hubungan dengan Sang Pencipta.

library_books Diskominfomagetan