Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Pusat Keterlibatan Global Ditutup, Kontroversi Censorship Berlanjut

Pusat Keterlibatan Global (Global Engagement Center) yang merupakan unit dari Departemen Luar Negeri AS, baru-baru ini telah ditutup. Penutupan ini menandakan awal dari pemeriksaan terhadap dugaan censorship yang terjadi selama pemerintahan Presiden Biden, dan juga pemerintahan Trump sebelumnya.

Marco Rubio, Menteri Luar Negeri, menyebut langkah ini sebagai "langkah penting untuk memenuhi janji presiden dalam membebaskan suara Amerika." Pernyataan ini ia sampaikan dalam sebuah tulisan di situs kanan, The Federalist. Namun, banyak kritikus yang berpendapat bahwa tindakan ini adalah bagian dari upaya yang lebih besar oleh pemerintahan Trump untuk menarik diri dari persaingan ide dan informasi yang sudah berlangsung lama dengan lawan-lawan Amerika.

Pada awal Februari, Jaksa Agung Pam Bondi juga membubarkan tim tugas Departemen Kehakiman yang menangani pengaruh asing secara diam-diam dan sangat mempersempit penegakan hukum yang melarang propaganda rahasia untuk rezim luar negeri. Pemerintahan Trump juga mengurangi anggaran organisasi induk dari Voice of America, Radio Free Europe, dan Radio Free Asia. Ketiga lembaga ini bertujuan untuk memberikan berita dan menunjukkan pentingnya kebebasan pers di daerah-daerah di dunia yang sering kali kekurangan informasi tersebut.

Menurut laporan Washington Post, ketiga lembaga tersebut menjangkau sekitar 420 juta orang setiap minggu dalam 63 bahasa. Seorang pejabat Departemen Luar Negeri yang tidak ingin disebutkan namanya menyebutkan bahwa ini adalah "momen yang paling memalukan di Departemen sejak pemecatan besar-besaran di tahun 1950-an."

Bagi pendukung Trump, dorongan untuk menerbitkan berita bergaya Amerika di seluruh dunia dianggap sebagai pemborosan uang pajak yang ketinggalan zaman. Mereka berpendapat bahwa upaya untuk melawan disinformasi di luar negeri, meskipun berasal dari niat baik, sebenarnya adalah upaya untuk membungkam orang-orang kanan Amerika. Pusat Keterlibatan Global menjadi fokus perhatian khusus. Pengusaha Elon Musk pernah menyatakan pada tahun 2023 bahwa "pelanggar terburuk dalam censorship dan manipulasi media pemerintah AS adalah lembaga yang tidak dikenal bernama GEC."

Berita tentang penutupan Pusat Keterlibatan Global pertama kali dilaporkan oleh MIT Technology Review. Tindakan ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang masa depan kebebasan berbicara dan pengaruh asing di media Amerika.

library_books Wired