Pemerintahan Trump di Washington, D.C. berencana untuk menghentikan program Direct File yang diprakarsai oleh IRS atau Internal Revenue Service. Program ini merupakan perangkat lunak pajak gratis yang sebelumnya telah dinyatakan aman untuk digunakan pada musim pajak tahun 2025.
Sebelum ini, anggota legislatif Republik telah menargetkan program ini, dengan beberapa pernyataan yang menunjukkan ketidakpuasan terhadap pelaksanaan program tersebut. Namun, Scott Bessent, yang kini menjabat sebagai Sekretaris Keuangan, telah berkomitmen untuk mempertahankan program Direct File saat sidang konfirmasi.
"Saya berkomitmen bahwa untuk musim pajak ini, Direct File akan beroperasi," kata Bessent. Komitmen ini memberikan harapan bagi para wajib pajak yang ingin menggunakan program ini untuk mengajukan pajak mereka dengan cara yang lebih mudah dan tanpa biaya.
Namun, hanya dalam waktu kurang dari 48 jam setelah berakhirnya musim pengajuan pajak reguler, berita mengejutkan muncul dari media yang melaporkan bahwa program tersebut akan dihentikan. Keputusan ini tentu saja mengecewakan bagi banyak orang yang mengandalkan kemudahan yang ditawarkan oleh sistem Direct File.
Program Direct File dirancang untuk membantu masyarakat dalam mengajukan pajak secara langsung tanpa harus melalui pihak ketiga, sehingga memudahkan proses pengajuan dan mengurangi biaya. Dengan keputusan ini, masa depan dari program tersebut menjadi tidak pasti, dan banyak orang bertanya-tanya apa dampaknya terhadap mereka yang akan mengajukan pajak di tahun-tahun mendatang.
Dengan latar belakang ini, banyak yang berharap agar pemerintahan yang baru dapat mempertimbangkan kembali keputusan ini demi kepentingan masyarakat. Keputusan tersebut akan berdampak langsung pada jutaan wajib pajak yang memerlukan akses mudah dan murah untuk mengajukan pajak mereka.
Trump IRS Direct File program pajak Scott Bessent