Hasil jajak pendapat terbaru dari The Brookings Institution menunjukkan bahwa sikap positif terhadap umat Muslim di Amerika Serikat mengalami penurunan yang signifikan. Angka ini menurun dari 78 persen pada tahun 2022 menjadi hanya 64 persen. Selain itu, sikap positif terhadap agama Islam juga mengalami penurunan, dari 62 persen menjadi 48 persen.
Pemilih dari Partai Republik mengalami penurunan yang lebih mencolok. Di bulan Februari 2024, 52 persen pemilih republik memiliki pandangan positif terhadap umat Muslim. Namun, angka ini turun menjadi 46 persen pada bulan Juli 2024. Sementara itu, pemilih Demokrat juga mengalami penurunan, meskipun tidak sekuat terlihat pada pemilih republik, yaitu dari 83 persen menjadi 80 persen dalam periode yang sama.
Perubahan sikap ini terjadi di tengah meningkatnya insiden kebencian dan prasangka terhadap komunitas Muslim dan Yahudi secara global, pasca konflik antara Israel dan Gaza. Penting untuk dicatat bahwa untuk pertama kalinya, jajak pendapat ini juga mencakup sikap prasangka terhadap Yahudi dan yudaisme.
Secara keseluruhan, pandangan positif terhadap umat Muslim tercatat hanya mencapai 64 persen, sementara pandangan positif terhadap orang Yahudi mencapai 86 persen dan 77 persen untuk yudaisme. Selain itu, hanya sepertiga (37 persen) dari responden yang percaya bahwa umat Muslim memperkuat masyarakat Amerika. Dalam kategori usia, angka ini paling rendah di kalangan pemilih republik yang lebih tua, hanya 21 persen yang percaya bahwa umat Muslim memberikan kontribusi bagi masyarakat AS.
muslim amerika sikap positif jajak pendapat