Program Pangan Dunia Perserikatan Bangsa-Bangsa (WFP) telah mengumumkan penghentian operasinya di Jalur Gaza. Keputusan ini diambil setelah terjadi insiden di mana militer Israel menyerang konvoi truk bantuan PBB.
WFP menyatakan bahwa truk yang mereka operasikan telah dilengkapi dengan tanda yang jelas dan telah mendapatkan izin dari pihak Israel untuk mendekati area tersebut. Namun, saat truk tersebut dalam perjalanan menuju pos pemeriksaan Angkatan Pertahanan Israel (IDF), kendaraan itu langsung terkena tembakan. Menurut laporan, truk tersebut mengalami setidaknya sepuluh luka tembak: lima di sisi pengemudi, dua di sisi penumpang, dan tiga di bagian lain kendaraan.
Dalam insiden ini, semua pekerja WFP yang berada dalam truk tersebut dilaporkan selamat dan tidak mengalami luka. Meskipun demikian, kejadian ini menunjukkan peningkatan risiko yang dihadapi oleh pekerja kemanusiaan di Gaza, terutama sejak dimulainya konflik baru-baru ini.
Sejak konflik berlangsung, pihak Israel telah beberapa kali menyerang para pekerja kemanusiaan di Gaza, termasuk insiden yang merenggut nyawa pekerja dari organisasi amal internasional World Central Kitchen. Serangan terhadap konvoi bantuan ini membuat banyak pihak khawatir tentang keselamatan mereka yang berusaha memberikan bantuan kepada orang-orang yang membutuhkan.
Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memprihatinkan, dengan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh penduduk setempat. Penghentian operasi WFP akan berdampak besar bagi banyak orang yang bergantung pada pasokan makanan dan bantuan lainnya.
PBB Gaza bantuan Israel serangan