Pemerintahan Presiden Joe Biden telah memberikan dukungan tanpa syarat kepada Israel dalam perang yang sedang berlangsung di Gaza. Konsekuensinya sangat tragis, dengan lebih dari 40,000 warga Palestina dilaporkan tewas dan sekitar 100,000 lainnya terluka. Wilayah Jalur Gaza, yang sudah terjebak dalam blokade dan kondisi sulit, kini tinggal puing-puing dan sampah.
Bagi mereka yang berharap bahwa Kamala Harris, calon presiden, akan memberikan sinyal adanya perubahan kebijakan Amerika Serikat terhadap Israel, pendekatan pada Konvensi Nasional Partai Demokrat yang tidak memerhatikan kondisi Palestina mengecewakan harapan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan untuk Israel masih sangat kuat di kalangan pemerintah AS.
Media Middle East Eye (MEE) melaporkan, beberapa warga Palestina di Amerika dan aktivis anti-perang mengadakan protes di Chicago. Mereka menggambarkan kebijakan AS yang mendukung perang ini sebagai tindakan yang harus dihentikan. Pesan mereka jelas: menghentikan kekerasan dan mencari perdamaian.
Perang di Gaza sejatinya adalah konflik yang kompleks antara Israel dan Palestina yang telah berlangsung lama. Hal ini mencakup masalah tanah, hak asasi manusia, dan keinginan untuk hidup dalam damai. Protes ini berharap dapat menarik perhatian lebih luas terhadap isu yang mendesak ini.
Perang Gaza dukungan AS korban jiwa Palestina