Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, menyatakan pada hari Rabu bahwa Riyadh tidak akan menjalin hubungan normal dengan Israel tanpa adanya pembentukan negara Palestina dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Dalam pidatonya di hadapan parlemen Saudi, ia menegaskan komitmen kerajaan untuk mendukung hak-hak Palestina.
"Kerajaan tidak akan berhenti berusaha untuk membentuk negara Palestina yang merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibukotanya. Kami menegaskan bahwa kerajaan tidak akan menjalin hubungan diplomatik dengan Israel tanpa itu," ujar Bin Salman.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada negara-negara yang telah mengakui keberadaan negara Palestina sebagai wujud dari legitimasi internasional. "Kami mendesak negara-negara lainnya untuk mengambil langkah serupa," tambahnya.
Putra Mahkota menekankan bahwa masalah Palestina adalah salah satu prioritas utama bagi kerajaan. Ia juga mengulangi penolakan dan kecaman keras kerajaan terhadap tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemerintah pendudukan Israel terhadap rakyat Palestina, yang dianggapnya mengabaikan hukum internasional dan kemanusiaan. "Ini adalah bab baru yang pahit dalam penderitaan rakyat Palestina," tegasnya.
Pernyataan ini menambah tekanan diplomatik kepada Israel dan menunjukkan komitmen Arab Saudi terhadap dukungan bagi Palestina, yang selama bertahun-tahun telah berjuang untuk mendapatkan pengakuan dan hak-haknya di tengah konflik yang berkepanjangan.
Putra Mahkota Arab Saudi Israel Palestina hubungan diplomatik