Seorang dokter Palestina, Ziad Mohammed al-Dalou, dilaporkan meninggal dunia di tahanan pasukan Israel setelah ditangkap pada 18 Maret di Rumah Sakit al-Shifa, Gaza. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, al-Dalou adalah dokter penyakit dalam dan merupakan dokter ketiga yang meninggal di penjara Israel dalam 11 bulan terakhir.
Penangkapan al-Dalou terjadi saat pasukan Israel melakukan serangan besar-besaran ke Rumah Sakit al-Shifa, yang merupakan rumah sakit terbesar dan paling dilengkapi di Jalur Gaza. Serangan tersebut telah mengakibatkan kerusakan parah pada fasilitas medis ini.
"Menargetkan pekerja kesehatan saat menjalankan tugas kemanusiaan mereka adalah pelanggaran mencolok terhadap hukum kemanusiaan internasional," ujar pihak kementerian.
Sebelumnya, seorang dokter bedah dan profesor ortopedi, Adnan al-Bursh, juga dilaporkan meninggal akibat penyiksaan selama ditahan oleh Israel. Al-Bursh ditangkap pada bulan Desember setelah menolak untuk meninggalkan pasien-pasien yang terluka akibat bom Israel di Rumah Sakit al-Awda.
Dua bulan setelah itu, Iyad al-Rantisi, direktur departemen kebidanan di Rumah Sakit Kamal Adwan, juga dilaporkan meninggal dunia akibat penyiksaan. Ia ditangkap saat sedang bepergian dari utara Gaza ke selatan bersama keluarganya, mengenakan pakaian medis.
Sejak 7 Oktober tahun lalu, lebih dari 300 dokter dan tenaga kesehatan lainnya telah ditangkap oleh pasukan Israel di seluruh Jalur Gaza. Selain penangkapan yang sewenang-wenang dan penyiksaan terhadap dokter, Kementerian Kesehatan Palestina mencatat bahwa setidaknya 1.151 tenaga kesehatan telah tewas sejak awal perang di Gaza.
Jumlah korban termasuk setidaknya 165 dokter, 260 perawat, 300 tenaga manajemen dan dukungan, 184 profesional kesehatan asosiasi, 76 apoteker, dan 12 pekerja kesehatan lainnya.
Kondisi ini menimbulkan keprihatinan besar di kalangan masyarakat internasional mengenai perlindungan terhadap pekerja medis di daerah konflik.
dokter Palestina Israel al-Shifa pelanggaran hak asasi manusia kesehatan