Jakarta - Organisasi KontraS (Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan) baru saja meluncurkan konten baru bertajuk #PerpusTraS. Konten ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat, terutama mengenai topik hak asasi manusia (HAM). Hal ini penting mengingat banyak politisi, termasuk Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden terpilih Gibran Rakabuming, diketahui memiliki minat baca yang rendah.
Di dalam peluncuran perdana #PerpusTraS, KontraS merekomendasikan tiga judul buku yang membahas tentang Tragedi Tanjung Priok yang terjadi pada 12 September 1984. Tragedi ini merupakan peristiwa kelam dalam sejarah Indonesia, di mana banyak orang menjadi korban pelanggaran HAM. Melalui buku-buku ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami pentingnya memperjuangkan hak asasi manusia di negara ini.
Buku-buku yang direkomendasikan oleh KontraS tersedia dalam versi digital di situs resmi mereka. Pembaca dapat mengunduh dan menyebarluaskan isi buku tersebut agar lebih banyak orang yang mengetahui tentang tragedi ini dan dampaknya terhadap masyarakat. KontraS juga mengajak masyarakat untuk memberikan rekomendasi buku lain yang berkaitan dengan fenomena gerakan HAM di Indonesia.
"Mari kita membaca dan berusaha bersama untuk menegakkan HAM di Indonesia!" ajak KontraS dalam pernyataannya. Dengan membaca, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar tentang hak-hak mereka dan berani bersuara untuk keadilan.
Melalui inisiatif ini, KontraS berharap dapat mengedukasi generasi muda tentang pentingnya hak asasi manusia dan mendorong mereka untuk aktif dalam gerakan sosial.
PerpusTraS Tragedi Tanjung Priok buku hak asasi manusia KontraS