PONOROGO – Halal Bihalal masyarakat Desa Tranjang, Kecamatan Siman, Kabupaten Ponorogo, berlangsung dengan meriah pada hari Minggu, 6 April 2025. Acara silaturahmi yang diadakan di Lapangan Desa Tranjang ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena menyajikan pertunjukan budaya berupa pentas wayang kulit.
Bupati Ponorogo, Kang Sugiri Sancoko, hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan permohonan maafnya. Dalam sambutannya, ia berharap agar momen lebaran ini dapat memperkuat kerukunan dan keterikatan antara pemerintah dan masyarakat. "Atas nama pribadi, keluarga, dan pemerintah, saya menghaturkan permohonan maaf," ucap Kang Bupati.
Pentas wayang kulit malam itu dimainkan oleh dalang Ki Sigit Ariyanto yang mengangkat lakon "Lahire Wisanggeni". Kisah ini sangat menarik karena Wisanggeni adalah tokoh utama yang merupakan sosok ksatria. Ia lahir dari pasangan Arjuna dan Batari Dresanala, putri Batara Brama. Wisanggeni dikenal sebagai sosok yang pemberani, sakti, dan setia pada kebenaran.
Wisanggeni menjadi simbol pemuda ideal yang berani memperjuangkan kebenaran, rela berkorban untuk negeri, dan tidak takut menghadapi ketidakadilan. Kisahnya dimulai ketika ia masih bayi yang dibuang di Kawah Candradimuka, namun tumbuh menjadi ksatria yang luar biasa. Cerita ini menyimpan pesan moral yang penting bagi generasi muda, tentang keberanian dan pengorbanan untuk kebaikan.
Acara Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai sarana untuk melestarikan budaya lokal melalui pertunjukan wayang kulit, yang merupakan warisan budaya Indonesia yang kaya dan berharga.
Halal Bihalal Desa Tranjang Wayang Kulit Bupati Ponorogo