Beberapa karyawan Amazon mengungkapkan ketidakpuasan mereka melalui saluran Slack internal setelah perusahaan mengumumkan rencana untuk mewajibkan pegawai korporat bekerja di kantor selama lima hari dalam seminggu. Kebijakan baru ini menimbulkan banyak reaksi negatif, terutama ketika CEO Andy Jassy mengatakan bahwa langkah ini adalah cara untuk mengembalikan cara kerja perusahaan sebelum pandemi.
Salah satu karyawan yang sangat kecewa bahkan mengeluarkan permohonan kepada media Business Insider, yang telah banyak memberitakan tentang kebijakan kembali ke kantor (return to office/RTO) Amazon. Karyawan tersebut merasa bahwa pernyataan Jassy tidak mencerminkan kenyataan di lapangan. Dalam pesan Slack-nya, ia mencatat, "Untuk reporter BI yang pasti akan mengutip saluran ini hari ini, harap dicatat bahwa ini (dalam banyak kasus) jauh lebih ketat dan tidak masuk akal dibandingkan banyak tim yang bekerja sebelum Covid. Ini bukan 'kembali' ke cara kerja sebelumnya. Ini hanya mundur."
Karyawan lainnya juga memberikan pendapat mereka di saluran Slack yang didedikasikan untuk topik terkait RTO. Mereka merasa bahwa Amazon memiliki reputasi sebagai tempat kerja yang cukup ketat, terutama dibandingkan dengan perusahaan teknologi besar lainnya. Meskipun kebijakan RTO Amazon sudah ketat, Jassy justru semakin menekankan pendekatan perusahaan terhadap kerja di kantor.
Kebijakan baru ini menimbulkan banyak pertanyaan tentang bagaimana perusahaan akan beradaptasi dengan perubahan cara kerja yang telah terjadi selama pandemi. Banyak karyawan yang merasa bahwa fleksibilitas kerja yang selama ini mereka nikmati menjadi hilang.
Dengan adanya kritik ini, Amazon mungkin perlu mempertimbangkan kembali kebijakan yang diterapkan agar dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik bagi semua karyawan.
Kepala berita ini disusun oleh Ashley Stewart dan diambil dari sumber terpercaya.
(Credit: Getty Images, Tyler Le/BI)
Amazon kebijakan kerja protes karyawan kantor