Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Santri Asal Solo Meninggal Diduga Akibat Kekerasan

Seorang santri berusia 13 tahun asal Solo, yang dikenal dengan inisial AKPW, dilaporkan meninggal dunia. Diduga, kematian santri tersebut disebabkan oleh kekerasan yang dilakukan oleh kakak tingkatnya di SMP Pesantren Tahfidz Az Zayadiyy, Sukoharjo.

Ayah korban, Tri Wibowo, menyatakan bahwa ia belum mendapatkan kepastian mengenai urutan kejadian dari pihak kepolisian dan masih menunggu hasil otopsi. "Kalau urutan kejadian sebenarnya saya belum dapat kepastian dari kepolisian, masih menunggu hasil otopsi," ungkapnya.

Tri Wibowo juga menjelaskan bahwa ketika ia melihat tubuh anaknya, tidak ada luka yang tampak dari luar. Hal ini membuatnya ingin hasil otopsi segera disampaikan kepada keluarga.

"Kami berangkat ke pondok. Sudah ke pondok. Di pondok langsung transit langsung ke klinik, ke Klinik Ngudi Sehat. Di tengah perjalanan saya dikabari anak saya meninggal," tambahnya dengan suara bergetar.

Kasus ini menyoroti pentingnya menjaga keselamatan dan kesejahteraan di lingkungan pendidikan, terutama di pesantren. Bullying atau perundungan di kalangan santri menjadi masalah serius yang harus ditangani oleh pihak berwenang dan lembaga pendidikan.

Kematian AKPW menjadi pengingat bagi semua orang untuk lebih peduli terhadap perilaku bullying dan kekerasan di lingkungan sekolah. Pihak kepolisian diharapkan segera mengungkap fakta-fakta yang jelas mengenai kejadian ini agar tidak ada lagi korban di masa depan.

library_books Antaranewscom