Mahkamah Konstitusi Jerman baru-baru ini mengeluarkan keputusan penting mengenai hak partai AfD (Alternative für Deutschland) untuk menduduki posisi ketua di komite-komite Bundestag. Dalam putusannya, mahkamah menyatakan bahwa AfD tidak memiliki hak hukum untuk mengisi posisi tersebut. Putusan ini menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran terhadap hak perlakuan yang setara bagi fraksi-fraksi di Bundestag ketika kandidat tertentu dari AfD tidak terpilih sebagai ketua.
Menurut Mahkamah Konstitusi, jika fraksi-fraksi tidak dapat mencapai kesepakatan mengenai kepemimpinan komite, maka pemilihan harus dilakukan oleh anggota komite itu sendiri. "Ini hanya dapat dilakukan melalui pemilihan yang bebas," ujar pernyataan dari mahkamah. Mahkamah menegaskan bahwa tidak ada kewajiban untuk memilih kandidat tertentu dan tidak ada hak untuk mendapatkan hasil pemilihan tertentu.
Selama periode legislatif saat ini, tidak ada kandidat dari AfD yang terpilih sebagai ketua di komite-komite penting seperti komite hukum, dalam negeri, kesehatan, dan pengembangan. AfD sebelumnya mengacu pada tradisi di mana setiap fraksi dapat "menentukan" jumlah ketua komite sesuai dengan proporsi kekuatan mereka di Bundestag. Mereka berargumen bahwa jika kandidat mereka tidak dipilih, hak mereka untuk "partisipasi setara", untuk oposisi yang efektif, dan untuk penerapan peraturan Bundestag yang adil dan loyal dilanggar.
Mahkamah juga menolak gugatan terhadap pemecatan anggota AfD, Stephan Brandner, dari posisi ketua komite hukum. Pemecatan Brandner dianggap sah mengingat sejumlah pernyataan kontroversial yang dilontarkannya. Brandner sebelumnya pernah mengunggah di Twitter setelah serangan ekstremis kanan yang menewaskan dua orang di sinagoga di Halle, yang membedakan antara "korban Jerman" dan korban di masjid serta sinagoga. Dia juga menyebut penghargaan Bundesverdienstkreuz yang diberikan kepada penyanyi rock Udo Lindenberg sebagai "upah Yudas" atas kritiknya terhadap AfD. Akibat pernyataan-pernyataan tersebut, Brandner dipecat pada November 2019, yang merupakan peristiwa luar biasa dalam sejarah Jerman.
Keputusan ini menyoroti tantangan yang dihadapi AfD dalam mendapatkan posisi kekuasaan di Bundestag dan menegaskan pentingnya pemilihan yang adil dan transparan di dalam lembaga legislatif.
AfD Mahkamah Konstitusi Bundestag komite keputusan