Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Transformasi Bisnis Donald Trump Setelah Kekalahannya

Donald Trump, mantan Presiden Amerika Serikat, dikenal luas sebagai sosok yang selalu menang. Namun, pada 20 Januari 2021, semua itu berubah. Setelah kalah dalam pemilihan, Trump juga dipecat untuk kedua kalinya setelah kerusuhan yang terjadi di Capitol, yang ia dorong. Saat kembali ke Palm Beach, Florida, Trump menghadapi kenyataan pahit: bisnis real estate-nya banyak yang kosong, hotelnya mengalami kerugian besar, dan usaha lisensinya terhenti.

Satu minggu setelah kepulangannya, Trump menerima kunjungan dari Wes Moss dan Andy Litinsky, mantan peserta acara "The Apprentice", di klub pribadinya. Mereka datang dengan sebuah tawaran bisnis menarik. Sambil menyantap hamburger dan es krim, mereka memperkenalkan ide untuk sebuah perusahaan media dan teknologi yang menggunakan nama Trump. Rencana ini mencakup aplikasi media sosial mirip Twitter, layanan streaming seperti Disney+, serta platform hosting web seperti Amazon.

Bagian paling menggoda dari proposal ini adalah bahwa Trump akan mendapatkan 90% dari kepemilikan perusahaan tersebut. Menariknya, dia tidak perlu mengeluarkan uang sama sekali di awal.

Inilah awal dari transformasi besar-besaran yang mengubah Trump dari seorang miliarder real estate terkemuka menjadi orang Amerika pertama yang berhasil mengumpulkan miliaran dolar dari politik. Dalam empat tahun ke depan, Trump akan mengembangkan bisnis ini dan menemukan cara baru untuk menghasilkan uang dari pengaruh politiknya. Dengan langkah ini, dia menunjukkan bahwa meskipun kalah dalam pemilihan, dia masih bisa bangkit dan menciptakan peluang baru di dunia bisnis.

library_books Forbes