Pada hari Jumat, peminjam utang mahasiswa meraih kemenangan penting di pengadilan setelah seorang hakim federal memerintahkan pemerintah Trump untuk menghentikan upaya penutupan lembaga pengawas keuangan yang penting. Lembaga tersebut adalah Consumer Financial Protection Bureau (CFPB), sebuah badan independen yang didirikan setelah krisis keuangan tahun 2008. Misi CFPB adalah melindungi rakyat Amerika dari praktik-praktik yang tidak adil, menipu, merugikan, dan predator di industri layanan keuangan.
Sebagian besar pekerjaan CFPB berfokus pada pengawasan pemberi pinjaman utang mahasiswa, penyelenggara layanan, dan pengumpul utang. Namun, CFPB telah menjadi sasaran serangan dari kalangan konservatif yang berpendapat bahwa lembaga ini terlalu kuat dan mengganggu perdagangan yang sah. Di bawah pemerintahan Trump, CFPB mengalami perubahan besar-besaran.
Presiden Donald Trump menunjuk Russel T. Vought untuk memimpin lembaga tersebut pada bulan Februari. Vought kemudian memecat ratusan karyawan CFPB, menutup kantor-kantor CFPB, dan memerintahkan penghentian semua aktivitas penegakan hukum. Sebuah serikat pekerja yang mewakili karyawan CFPB dan kelompok perlindungan konsumen segera mengajukan tantangan hukum.
Pada hari Jumat, hakim federal mengeluarkan putusan yang sangat mengecam, menyatakan bahwa upaya pemerintahan Trump untuk menutup lembaga pengawas tersebut adalah ilegal. Kemenangan ini dianggap sebagai langkah penting dalam melindungi peminjam utang mahasiswa dan memastikan bahwa lembaga pengawas tetap berfungsi untuk melindungi konsumen dari praktik keuangan yang merugikan.
peminjam utang mahasiswa CFPB pengadilan Trump