CEO Amazon, Andy Jassy, mengumumkan bahwa mulai bulan Januari 2024, karyawan e-commerce besar ini diharapkan untuk kembali bekerja di kantor selama lima hari dalam seminggu. Hal ini menandakan kembalinya perusahaan ke kebijakan kerja seperti sebelum pandemi Covid-19.
Namun, keputusan ini tidak diikuti oleh banyak perusahaan teknologi besar lainnya. Menurut data dari Flex Index, sebuah basis data yang mencatat kebijakan kerja fleksibel, hanya 7% dari perusahaan teknologi besar—yang memiliki setidaknya 1.000 pekerja—yang mengharuskan karyawan untuk hadir secara penuh di kantor. Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dalam dua tahun terakhir.
Meskipun persentase tersebut sedikit meningkat dari 5% pada kuartal kedua tahun 2024, tren jangka panjang menunjukkan bahwa lebih banyak perusahaan teknologi beralih ke kebijakan kerja yang lebih fleksibel. Pada awal tahun 2023, sekitar 13% dari perusahaan-perusahaan tersebut mewajibkan kehadiran harian di kantor.
Perubahan ini mencerminkan pergeseran dalam dunia kerja, di mana banyak karyawan lebih memilih fleksibilitas dalam bekerja, baik dari rumah maupun di kantor. Kebijakan kerja yang lebih fleksibel ini juga menjadi salah satu cara bagi perusahaan untuk menarik dan mempertahankan talenta terbaik di era post-pandemi.
Sementara Amazon mengambil langkah untuk kembali ke cara kerja tradisional, banyak perusahaan teknologi lainnya tetap mempertahankan pendekatan yang lebih fleksibel untuk memenuhi kebutuhan karyawan mereka. Ini menunjukkan bahwa setiap perusahaan memiliki strategi yang berbeda dalam menanggapi perubahan yang dibawa oleh pandemi.
Amazon karyawan kantor CEO Andy Jassy teknologi