PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) melaporkan bahwa hingga semester pertama tahun 2024, mereka telah mengeluarkan belanja modal sebesar USD70 juta, yang setara dengan sekitar Rp1,07 triliun (berdasarkan kurs Rp15.336 per USD). Angka ini hanya mencapai 19,4 persen dari total anggaran belanja modal perusahaan yang ditetapkan sebesar USD361 juta untuk tahun ini.
Dalam paparan publik yang dilakukan secara daring pada hari Selasa, 17 September 2024, Direktur Keuangan PGAS, Fadjar Harianto Widodo, menjelaskan bahwa 44 persen dari belanja modal tersebut diserap oleh segmen downstream dan lainnya, sedangkan 56 persen berasal dari segmen upstream.
Mengenai kinerja keuangan, hingga bulan Juni 2024, PGAS berhasil mencatat laba bersih sebesar USD186,60 juta, atau sekitar Rp2,88 triliun. Ini menunjukkan kenaikan 28,40 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, di mana laba bersih tercatat sebesar USD145,32 juta.
Kenaikan laba bersih ini didorong oleh peningkatan pendapatan serta laba operasi yang lebih baik, yang didukung oleh penurunan beban keuangan. Fadjar juga menambahkan bahwa pendapatan konsolidasi meningkat terutama karena adanya kontribusi dari segmen LNG trading serta segmen transmisi gas.
Dengan capaian ini, PGAS menunjukkan kinerja yang baik di tengah tantangan yang ada, dan berkomitmen untuk terus berinvestasi demi pertumbuhan yang berkelanjutan.
PGN belanja modal laba bersih semester I-2024