Pada Agustus 2024, warga Dairi, Sumatera Utara, akan mengadakan Festival Durian Dairi sebagai bentuk perlawanan terhadap industri ekstraktif tambang yang merusak lingkungan. Festival ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi pertanian dan mengingatkan masyarakat akan pentingnya melindungi tanah dan ruang hidup mereka.
Festival ini dijadwalkan berlangsung dari hari Kamis hingga Sabtu, pada tanggal 29 hingga 31 Agustus 2024. Acara akan dimulai pukul 10.00 WIB dan bertempat di Gedung Nasional Sidikalang, Dairi. Selain merayakan musim durian, festival ini juga menjadi wadah untuk menyampaikan penolakan terhadap eksploitasi sumber daya alam yang dianggap merugikan masyarakat lokal.
Bagi banyak orang, durian adalah buah yang dikenal dengan aroma khas dan rasa yang unik. Di Indonesia, durian sering disebut sebagai "Raja Buah" dan banyak digemari karena rasanya yang manis dan lezat. Festival ini juga bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap potensi pertanian lokal yang seharusnya dilindungi, bukan diancam oleh proyek-proyek tambang.
Slogan "Pangan Bukan Tambang" menjadi seruan penting dalam acara tersebut. Peserta festival diharapkan dapat mengekspresikan dukungan mereka untuk pertanian lokal serta menentang praktik yang merusak lingkungan. Gerakan ini melambangkan harapan bagi petani dan masyarakat Dairi untuk mendapatkan hak atas tanah dan sumber daya yang mereka miliki.
Warga Dairi mengajak semua pihak untuk ikut meramaikan festival ini sebagai bentuk solidaritas. Mereka berkomitmen untuk melewati tantangan ini dan bersatu demi masa depan yang lebih baik bagi rakyat dan lingkungan. "Hidup Rakyat! Hidup Petani!" menjadi seruan semangat dalam menyongsong acara ini.
Festival Durian Dairi penolakan tambang