Breaking News
    Tidak Ada Level Aman Minum Alkohol untuk Jaga Kesehatan Otak     Labour Partai Akan Suarakan Deklarasi Genosida Israel di Gaza     Ubah Pola Pikir, Ubah Nasib: Kunci Menuju Kehidupan Lebih Baik     Mensesneg Prasetyo Cari Solusi Setelah Kartu Identitas Wartawan Dicabut    

Selly Andriany Gantina Kritik Mentalitas Polisi Terkait Kasus Kekerasan Anak

JAKARTA - Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina, mengungkapkan keprihatinannya mengenai mentalitas polisi yang dinilai buruk. Hal ini disampaikan menyusul meningkatnya jumlah kasus kekerasan terhadap anak di Indonesia pada tahun 2025, termasuk beberapa kasus yang berakhir dengan kematian anak.

Selly menekankan bahwa sebagai penegak hukum, polisi seharusnya menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Namun, ia merasa miris ketika mengetahui bahwa di balik jabatan mereka, ada juga yang menjadi pelanggar hukum bahkan pelaku kekerasan. "Dengan profesi sebagai penegak hukum, hukuman seumur hidup saja belum cukup. Sederhananya, bagaimana bisa penegak hukum malah menjadi pelanggar?" tuturnya.

Anggota Komisi VIII DPR RI ini menegaskan bahwa jika institusi penegak hukum belum menunjukkan supremasi hukum yang kuat, maka cita-cita untuk menciptakan generasi emas di masa depan akan sulit tercapai. Ia berpendapat, "Jadi saya pikir kita jangan pernah mimpi menciptakan generasi emas. Kalau supremasi hukum saja masih belum tercipta di institusi penegak hukumnya," jelasnya dengan tegas.

Kasus kekerasan terhadap anak adalah masalah serius yang perlu perhatian khusus dari semua pihak, termasuk aparat penegak hukum. Kenaikan kasus ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk melindungi anak-anak di Indonesia.

Dalam situasi seperti ini, kritik dari anggota DPR seperti Selly Andriany Gantina diharapkan dapat mendorong perubahan positif dalam sistem hukum dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keamanan dan kesejahteraan anak-anak di tanah air.

library_books Pdiperjuangan