Data penjualan mobil listrik di Eropa untuk bulan Februari 2025 baru saja dirilis, dan hasilnya tidak menggembirakan bagi perusahaan Tesla yang dipimpin oleh Elon Musk.
Menurut Asosiasi Produsen Mobil Eropa (ACEA), kendaraan listrik bertenaga baterai (BEV) menunjukkan performa yang baik di Eropa, dengan menyumbang 15,2 persen dari total pendaftaran mobil baru selama periode Januari-Februari 2025. Namun, untuk Tesla, angka penjualannya sangat buruk.
Selama periode yang sama, Tesla hanya berhasil menjual 37.311 unit di Eropa, yang menunjukkan penurunan sebesar 49 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan ini cukup mencolok dan menimbulkan pertanyaan mengenai penyebabnya.
Sebagian dari penurunan ini dapat dihubungkan dengan peluncuran model paling populer dari Tesla, yaitu Model Y, yang diperbarui pada bulan Januari. Model ini pertama kali diluncurkan di China sebelum akhirnya hadir di Eropa. Beberapa pembeli mungkin menunda pembelian mereka untuk menunggu model baru yang sangat dinanti-nantikan ini.
Namun, ada indikasi kuat bahwa konsumen Eropa telah beralih ke merek lain. Data dari perusahaan riset pasar otomotif JATO Dynamics menunjukkan bahwa pada bulan Februari 2025, penjualan Model Y Tesla turun hingga 56 persen. Selain itu, penjualan Model 3 juga mengalami penurunan sebesar 14 persen, yang sulit untuk dihubungkan hanya dengan peluncuran Model Y.
Media Electrek yang melacak penjualan Tesla per negara melaporkan bahwa penurunan penjualan ini terlalu besar untuk hanya disebabkan oleh transisi Model Y. Hal ini menunjukkan bahwa ada faktor lain yang memengaruhi keputusan konsumen.
Sangat jelas bahwa politik Elon Musk, yang termasuk dukungannya terhadap partai sayap kanan Jerman AfD, serta postingan yang telah dihapus yang menyatakan pembelaan terhadap Hitler dan diktator lainnya, berdampak negatif terhadap penjualan Tesla. Dalam sebuah jajak pendapat terbaru yang dilakukan oleh T-Online, di mana sekitar 100.000 pembaca memberikan suara, lebih dari 94 persen menyatakan mereka tidak akan membeli Tesla lagi.
Sebuah survei YouGov EuroTrack juga menunjukkan bahwa sebagian besar warga Inggris dan Jerman memiliki pandangan negatif terhadap Musk. Hal ini menambah tantangan bagi Tesla dalam mempertahankan pangsa pasarnya di Eropa.
Dengan kondisi seperti ini, Tesla harus mempertimbangkan strategi baru untuk kembali menarik perhatian para konsumen di Eropa. Penjualan mobil listrik mungkin sedang meningkat, tetapi tanpa strategi yang tepat, Tesla bisa kehilangan lebih banyak pelanggan di masa depan.
Tesla mobil listrik Eropa penjualan Model Y