Berita Terkini dari Lebanon dan Gaza
Pada tanggal 17 September, delapan orang dilaporkan tewas dan lebih dari 2.750 orang terluka akibat ledakan pager yang digunakan oleh Hezbollah di pinggiran selatan ibu kota Lebanon, Beirut. Ledakan ini menimbulkan kepanikan dan meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.
Hezbollah, kelompok bersenjata yang berpengaruh di Lebanon, menyalahkan Israel atas serangkaian ledakan pager yang terjadi di seluruh Lebanon. Mereka mengklaim bahwa insiden ini merupakan bagian dari agresi Israel terhadap negara mereka.
Sementara itu, kelompok Hamas juga mengeluarkan pernyataan pada hari Selasa, mengutuk serangkaian ledakan tersebut sebagai bagian dari "agresi" Israel di kawasan itu. Mereka memperingatkan bahwa tindakan ini hanya akan mengarah pada kegagalan dan kekalahan bagi Israel, seperti yang tertulis dalam pernyataan resmi mereka.
Di Gaza, Kementerian Kesehatan melaporkan bahwa 26 warga Palestina tewas akibat serangan Israel di daerah kantong tersebut. Dengan demikian, total kematian sejak 7 Oktober meningkat menjadi 41.252 orang.
Tentara Israel juga melakukan serangan udara yang menghancurkan beberapa rumah di kamp pengungsi Bureij di pusat Gaza, yang menewaskan setidaknya tujuh orang, menurut laporan dari pertahanan sipil Gaza.
Di Inggris, Partai Liberal Demokrat mengeluarkan keputusan dalam konferensi tahunan mereka di Brighton pada hari Senin, yang mendukung penghentian ekspor senjata ke Israel dan mendukung gencatan senjata segera di Jalur Gaza.
Josep Borrell, Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, menyerukan agar lebih banyak tekanan diberikan kepada Israel dan Hamas untuk mencapai gencatan senjata di Gaza pada hari Selasa.
Kejadian-kejadian ini menggambarkan meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, dengan berbagai pihak saling menyalahkan dan menyerukan tindakan lebih lanjut untuk mengakhiri kekerasan.
ledakan Lebanon Beirut Hezbollah Israel Hamas