Beirut, Lebanon – Menteri Kesehatan Lebanon, Firas Abiad, mengungkapkan bahwa delapan orang telah tewas dan setidaknya 2.800 orang terluka akibat ledakan yang terjadi di pinggiran selatan ibukota Beirut. Ledakan ini disebabkan oleh pager yang digunakan oleh kelompok Hezbollah untuk tujuan komunikasi.
Abiad juga menyebutkan bahwa lebih dari 200 orang dari para korban yang terluka berada dalam kondisi kritis, dan jumlah korban diperkirakan masih bisa meningkat. Dalam pernyataan resmi, Hezbollah juga mengkonfirmasi bahwa seorang gadis tewas akibat ledakan tersebut.
Seorang pejabat Hezbollah, yang meminta untuk tidak disebutkan namanya, menyatakan bahwa ledakan pager ini merupakan "pelanggaran keamanan terbesar" yang dialami kelompok tersebut dalam hampir satu tahun konflik dengan Israel, seperti dilaporkan oleh Reuters.
Gelombang ledakan berlangsung sekitar satu jam setelah ledakan awal yang terjadi sekitar pukul 15:45 waktu setempat. Hingga saat ini, belum jelas bagaimana perangkat tersebut bisa meledak.
Menurut tiga sumber keamanan, pager yang meledak adalah model terbaru yang dibawa oleh Hezbollah dalam beberapa bulan terakhir. Kejadian ini menambah ketegangan yang sudah ada di wilayah tersebut, mengingat konflik yang berkepanjangan antara Hezbollah dan Israel.
Situasi saat ini sedang diawasi dengan ketat oleh pihak berwenang, dan upaya penyelamatan serta pengobatan bagi para korban terus berlangsung.
Beirut Lebanon ledakan Hezbollah korban